FEB Beri Subsidi Pulsa untuk Mahasiswa

Campussia.com – Menindaklanjuti keputusan Rektor Unsoed Nomor 941/UN23/RT.04.04/2020 tanggal 11 Mei 2020 tentang Pemberian Bantuan Pulsa Sebagai Sarana Pembelajaran Daring di masa pandemi Covid-19 bagi mahasiswa UKT level III-VIII sebesar Rp 100.000. Fakultas Ekonomi dan Bisnis mengumumkan kepada mahasiswanya untuk dapat mengajukan permohonan bantuan pulsa dengan mengisi data melalui Google Form dengan menggunakan akun Unsoed.

Di dalam pengumuman yang beredar pada (2/6/2020) dengan Nomor 2798/UN23.7/KM.01/2020 tersebut memuat beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh mahasiswa, di antaranya mengupload Surat Permohonan dari orang tua, halaman depan rekening bank BNI, dan screenshot level UKT dari Sista (Sistem tagihan).

Hal tersebut tentunya menimbulkan berbagai reaksi dari mahasiswa FEB. “Terlalu banyak syarat yang harus dipenuhi untuk mendapatkan subsidi tersebut dan cenderung menyulitkan. Karena syarat-syarat yang diminta tersebut tidak semuanya dapat dipenuhi oleh sebagian mahasiswa, misalnya harus menggunakan bank BNI yang mana tidak semua mahasiswa memilikinya atau harus mengupload foto buku tabungan yang mana tentunya bagi mahasiswa yang pulang ke rumah tentu saja tidak mungkin membawa buku tabungan tersebut,” ungkap salah satu Mahasiswa FEB.

Dalam hal ini LPM MEMI membuat sebuah kuesioner (8/6/2020) melalui Google Form tentang bantuan yang diberikan kepada mahasiswa UKT level III-VIII. Dari kuesioner tersebut telah diperoleh sebanyak 50 responden.

Sebanyak 48 responden merasa kebijakan yang dikeluarkan tidak memuaskan dan persyaratan untuk mendapatkan bantuan tersebut menyulitkan mahasiswa.

Salah satu mahasiswa tersebut memberikan alasannya,“Pertama di prasyarat itu sudah ada pembatasan hanya yang menggunakan BNI dan dengan nama si pemilik harus sesuai dengan nama mahasiswa tentu ini sudah masuk ke pembatasan. Kedua semua mahasiswa harus mendapat hak yang sama karena status kita sama sebagai mahasiswa FEB dan membayar UKT,  sedangkan jika dibatasi oleh level UKT tentu ini tidak adil, lalu bagaimana dengan UKT di atas golongan 3?  Fakultas harus memberikan kompensasi yang sama rata untuk semua mahasiswa dan dengan prasyarat yang mudah, melihat situasi seperti sekarang ini bukan kita semua yang menginginkan,” tulis responden ke-19.

Melihat banyak dari mahasiswa merasa keberatan dengan adanya persyaratan yang diberikan, mahasiswa menuliskan beberapa kritik dan saran atas kebijakan tersebut.

“Mungkin sebelum bertindak bisa melihat kampus-kampus lain untuk dijadikan contoh dan jangan membuat mahasiswa “ribet” urusin pengen bantuan pulsa. Padahal di tiap fakuktas juga sudah ada data tiap mahasiswanya, jadi seharusnya fakultas tidak perlu mendata ulang agar bantuan bisa segera diberikan dan mahasiswa tidak banyak mengeluh karena borosnya kuota untuk sistem pembelajaran daring ini,” tulis responden ke-11.

Mahasiswa juga turut memberikan saran untuk pihak fakultas. “Sebaiknya fakultas lebih cepat tanggap dalam memberikan bantuan subsidi pulsa. Hal ini mengingat pembelajaran daring yang sedang berlangsung, tetapi mahasiswa merasa keberatan dikarenakan subsidi pulsa yang belum juga keluar,” tulis responden ke-23.

Pemberian bantuan pulsa masih menjadi polemik tersendiri bagi sebagian mahasiswa FEB. Dengan adanya kebijakan ini tentunya mahasiswa mengharapkan adanya kemudahan untuk memperoleh bantuan tersebut,

Berdasarkan Pengumuman pada Selasa (9/6/2020) Nomor 2913/UN23.7/KM.01/2020 berisi Batas Permohonan Bantuan Pulsa bagi mahasiswa UKT level III-VIII akan ditutup pengajuannya pada hari Jumat tanggal 12 Juni 2020 pukul 16.00.

Penulis dan Editor : Redaktur LPM MëMI 2020

Penyaji data : Riezky Nur Fazriecha

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *