PENANDATANGANAN DISETUJUI OLEH DPRD BANYUMAS ATAS TUNTUTAN TOLAK RKUHP

Purwokerto (23/9), telah dilaksanakan aksi seruan penolakan pengesahan RKUHP dan revisi UU KPK oleh Aliansi Mahasiswa Banyumas. Aksi tersebut diikuti oleh ribuan massa yang hampir seluruh dari perguruan tinggi yang ada di Purwokerto seperti IAIN, STMIK AMIKOM, UMP, UNSOED, dan lain sebagainya serta diliput oleh berbagai media baik massa maupun awak pers mahasiswa dari berbagai universitas dan fakultas yang ada di Banyumas.

Acara ini dimulai dengan longmarch dari Pusat Kegiatan Mahasiswa UNSOED sebagai titik konvoi seluruh aliansi massa, dengan rute longmarch yaitu PKM UNSOED, GOR Satria, Hotel Java Heritage, Rumah Sakit Geriatri, hingga rute akhir di Alun-Alun Purwokerto dan berakhir di titik aksi yang ditetapkan yakni di Depan Kantor DPRD kabupaten Banyumas. Adapun yang menjadi target dari tuntutan para mahasiswa yaitu penolakan keras terhadap pengesahan RKUHP serta revisi UU mengenai KPK .

Menurut penuturan Fahrul Firdausi, Perwakilan BEM UNSOED, adanya penolakan keras terhadap pengesahan RKUHP karena mengandung pasal-pasal dimana terdapat pengkebirian terhadap demokrasi, terlalu banyak campur tangan urusan privat warga negara, hingga terdapat diskriminasi hak perempuan di dalamnya. Ia mengungkapkan juga ketidaksetujuan dengan revisi UU KPK karena sangat terlihat jelas ada upaya pelemahan KPK didalamnya. Upaya untuk memperhangus agenda besar pemberantasan yang menjadi ruh reformasi. Dirinya menyatakan pula, untuk memfollow-up seperti diungkapkan pada petisi, serta hendak menunggu pembahasan di DPR-RI hasilnya seperti apa. Apabila DPR-RI tetap mengesahkan, aliansi akan kembali melakukan berbagai upaya.

Setelah massa menunggu, akhirnya aliansi mahasiswa dipertemukan dengan pihak perwakilan DPRD Kabupaten Banyumas menurut penuturan DR.Budhi Setiawan selaku Pimpinan Sementara DPRD Banyumas bahwa akan meneruskan tuntutan dari aliansi mahasiswa Bayumas ke DPR-RI yang kemudian menandatangani surat pernyataan dan membacakan pernyataan yang tertera di dalamnya mengenai penolakan terhadap RKUHP dan revisi UU mengenai KPK dan DPRD.  Supakat S.H.,M.H selaku wakil DPRD Banyumas menyatakan dukungannya,” Aspirasi yang disampaikan mahasiswa harus menjadi perhatian pemerintah khususnya DPR-RI, Hal ini harus ditindaklanjuti karena sebagai bentuk aspirasi pencerminan masyarakat.

Akhirnya aksi berakhir tanpa ricuh, namun mahasiswa akan tetap mengawal hingga disetujui oleh pusat sebagai wujud kerasahan masyarakat Banyumas. Kemudian acara diakhiri dengan orasi dari perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa dari berbagai Universitas serta pengucapan janji mahasiswa dan diakhiri dengan menyanyikan lagu-lagu perjuangan mahasiswa.

Penulis : Elysa Rahma Kartika

Tim Liputan : Wisnu Fajar A, Farah Dini Adha R

Editor : Redaktur Lpm Mëmi 2019

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *