PRESS RELEASE GELAR WICARA

Purwokerto (12/11) telah diselenggarakan forum aspirasi terbuka yakni Gelar Wicara di Pelataran PII FEB Unsoed. Tema yang diangkat kali yakni “Menghilang, bekerja untuk siapa?”.  Dengandihadiri oleh Ketua Presiden dan Wakil Presiden BEM sekaligus menjadi pembicara bersama Ketua DLM dan Wakil Ketua DLM FEB Unsoed, serta perwakilan dari tiap ukm dan para warga KMFEB.

Forum ini membahas permasalahan yang terjadi pada tempo hari mengenai beredarnya isu yang sedang memanas di lingkungan KMFEB dengan ditandai adanya tulisan yang tertempel di sekitar Sekretariat BEM dan DLM. Tujuan dari forum ini yakni memberikan klarifikasi atas isu tersebut, dan menghasilkan solusi dalam bentuk kegiatan berupa dialog interaktif. Isu tersebut berisi mengenai hilangnya Presiden dan Wakil Presiden BEM FEB Unsoed, adanya istilah “Joki tanda tangan”, Presiden dan Wakil Presiden bekerja untuk siapa, tidak ada follow up aspirasi dari KMFEB, dan DLM hanya hadir disaat KMFEB membutuhkan aspirasi.

Di dalam forum tersebut Muhamad Duhan Al Fathan selaku Presbem FEB Unsoed memberikan keterangan mengenai isu tersebut. Menurutnya hal ini sebagai bentuk evaluasi, dan motivasi yang membangun. “Oleh karena itu saya untuk menyikapi untuk periode kami, adanya hal semacam ini dirasa sangat membangun karena dari sini kita belajar, bisa tau apa saja yang tidak boleh dilakukan lagi dan mudah-mudahan dengan adanya  seperti ini generasi penerus kita bisa belajar dari kesalahan, yang sudah dilakukan yang sebelumnya kita perbaiki guna menghasilkan generasi-generasi yang lebih berani.”

Kemudian dilihat dari sudut pandang Maulana Salam selaku Wakil Presiden BEM “Ketika melihat mengenai hal tersebut secara pribadi saya mengalami shock, secara saya baru di BEM dengan adanya kritikan tersebut akan menjadi evaluasi dan proses pertimbangkan pribadi saya secara keseluruhan di BEM mengenai kritikan tersebut. Dan ia menambahkan dalam keterangannya, Ia berterimakasih dan mensyukuri atas kritikan tersebut hal ini akan menjadi semangat untuk memperbaiki dan mohon maaf apabila dalam menjalankan tugas terdapat banyak kekurangan.

Kemudian tanggapan dari Ainul Fikri selaku Ketua DLM FEB Unsoed, Bahwa banyak sekali kritikan aspirasi dan saran-saran untuk DLM dan DLM tidak menutup mata untuk menerima kritikan dan pastinya untuk memperbaiki apabila dirasa kurang dan belum baik dalam pelaksananya. Kita bersama-sama membangun bersama demi KMFEB menjadi lebih baik. Tahun depan bisa diperbaiki lagi. Mungkin ini akan menjadi evaluasi dan catatan pemimpin besok untuk BEM dan DLM saat ini”. Imbuhnya.

Moderator sempat menyinggung mengenai statement DLM  hanya hadir saat aspirasi KMFEB sebagai bentuk kekecewaan terhadap kinerja DLM terkait aspirasi tesebut. Kemudian Ketua DLM menanggapi “Melihat DLM punya proker juga secara formal kita ada aspirasi untuk menampung aspirasi kritik dan saran dari KMFEB dan informal kualitas dan kuantitas dirasa kurang karena secara periode-periode tertentu dalam penyampai pengawasan ke BEM . Seperti tidak maksimal datang ke sekre – sekre mendengar keluh kesah, hal tersebut belum secara informal. Dan mengenai  aspirasi yang tidak di follow up mungkin dari DLM kurang pemberitaan hasil laporan ke bem dan kmfeb untuk dibaca secara detail karena hanya menyampaikan dalam web.

Presbem Duhan menuturkan bahwa BEM sudah berusaha semaksimal mungkin sebagai wadah KMFEB untuk menampung aspirasi dengan adanya kemeterian sebenarnya itu merupakan wadah untuk mengungkapkas aspirasi. Dan kami mengabdi untuk teman-teman mahasiswa FEB.

Di penghujung acara ada pertanyaan dari seorang audience yang menanyakan perihal “Fungsi BEM itu apa? “ Kemudian presbem memberikan jawabannya bahwa fungsi BEM sebagai eksekutor, mewadahi apa yang diinginkan KMFEB dan sudah jelas BEM ini penting, hanya perlu ditingkatkan lagi. (WFA/ALK/PNP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *