Registrasi SBMPTN 2019

Purwoketo (18/7). Universitas Jenderal Soedirman telah selesai menyelenggarakan Registrasi Fisik (refis) bagi calon mahasiswa baru yang telah lolos seleksi melalui jalur SBMPTN. Registrasi fisik ini dibagi menjadi dua kelompok, yaitu Soshum dan Saintek yang dilaksanakan pada hari Senin dan Selasa 16-17 Juli 2019 secara berurutan. Pada jalur SBMPTN tahun ini, Unsoed sendiri menerima mahasiswa baru sebanyak 1.972 mahasiswa. Di mana sebanyak 1.188 mahasiswa untuk kelompok Saintek dan 784 mahaiswa baru untuk kelompok Soshum. Namun, mahasiswa baru yang sudah melakukan registrasi secara final hanya sebanyak 1.942 mahasiswa baru. Sebanyak 1.158 untuk kelompok saintek, dan sebanyak 784 untuk kelompok Soshum.

Registrasi fisik ini memiliki beberapa rangkaian kegiatan awal sampai verifikasi di tahapan akhir, hal ini bertujuan untuk memastikan calon mahasiswa benar-benar terdaftar sebagai mahasiswa baru di Universitas Jenderal Soedirman.

Auditodirum Graha Widyatama Unsoed, tempat diselenggarakannya registrasi online, sudah mulai ramai depenuhi oleh mahasiswa baru mulai pukul 08.00. Setelah memasuki Auditorium, mahasiswa baru diberi arahan oleh panitia yang bertugas, kemudian mereka dipanggil berdasarkan nomor yang didapatkan pada saat registrasi online. Sesuai nomor antrian tersebut nantinya mahasiswa baru akan dipanggil secara berurutan untuk melakukan verifikasi data. Setiap antrian, mereka akan dipanggil per 50 secara berurutan.

Adapun panggilan nomor urut dipanggil dari nomor 1 – 50 guna tidak terjadi oknum-oknum yang bisa menyalahgunakan nomor antrian seperti pada SBMPTN tahun kemarin.

“Refis jalur SBMPTN untuk tahun ini tampak berbeda. Perbedaannya ada pada layanan Bank Jateng, Tes Kesehatan, kemudian pemindahan BPJS atau KIS di dalam Auditorium. Hal ini bagi maba yang belum melakukan tes kesehatan bisa melakukannya saat registrasi fisik. Di sini BEM hanya memfasilitasi pendataan,” ujar Wahid selaku Adkesma BEM Unsoed. “Sangat spesifikan banget, regis online step by step. Kalau sekarang kita tes kesehatan wajib upload sama wajib memiliki BPJS, dibanding dulu kan yang punya BPJS hanya yang bidikmisi saja, sekarang semua wajib punya,” lanjutnya.

Terdapat beberapa perbedaan yang sangat signifikan antara registrasi fisik tahun ini dengan tahun sebelumnya. Dengan pergantian sistem peraturan regis fisik tahun ini diharapkan dapat memudahkan mahasiswa baru agar tidak perlu datang terlalu pagi hari untuk mengambil nomor antrian dan memudahkan bagi mahasiswa baru yang bertempat di luar kota bisa melakukan tes kesehatan pada saat registrasi fisik.

Tim Liputan Lpm Mëmi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *