Cerita tentang Uang

Cerpen                 :                  Cerita tentang Uang
Prolog
Dahulu kala, di saat zaman belum se-edan zaman ini, hiduplah  dua kaum, yaitu si kaum kaya dan si kaum miskin,  kaum kaya memiliki timbunan emas yang banyak, sedangkan kaum miskin apa dayalah mereka, tidak memiliki apapun, untuk hidup pun mesti bekerja keras agar dapat sedikit upah emas atau perak demi bisa membeli setangkup roti.

Waktu pun terus berjalan, timbul di dalam benak kaum miskin mengapa mereka yang bekerja keras tidak dapat menikmati hidup seperti kaum kaya, apa yang membedakan mereka dengan para kaum kaya tersebut?, setelah lama mereka berpikir, akhirnya tahulah mereka jawabannya, ternyata emas lah perbedaanya, kaum kaya memiliki emas dan kaum miskin tidak.

 “lalu apakah kita harus merampok atau mencuri emas tersebut dari kaum kaya? “,Kata beberapa tetua kaum miskin.

“jangan !!, tidakkah kalian lihat betapa hebat kekuatan mereka, mereka bisa menyewa tentara untuk membunuh kita, mereka juga dapat mengadu domba kita dengan emas mereka”, jawab salah seorang pemuda dari kaum miskin.

“lalu bagaimana caranya kita mengambil emas mereka?”.

Maka berdirilah pemuda paling cerdas dari kaum miskin dan berkata,”tenanglah kaumku, kita pasti bisa mengambil emas mereka, tidakkah kalian ketahui bahwasanya kaum kaya adalah sekumpulan orang-orang bodoh yang mudah diperdaya, mereka terlena dengan harta benda mereka sehingga mereka menjadi bodoh dan tidak waspada, disini saya akan menawarkan sebuah rencana kepada kalian semua untuk memperdaya mereka,oleh karena itu dengarkanlah rencana saya ini”, kata si pemuda cerdas itu.

Maka rencana kaum miskin pun dijalankan sesuai usul si pemuda cerdas tadi, isu-isu pun disebar ke seluruh penjuru dunia, melintasi batas Negara bahkan Benua, orang-orang kaum miskin mengatakan bahwa jumlah emas tidaklah sebanding dengan jumlah manusia, manusia harus menggunakan sesuatu yang lain sebagai alat pembayaran, maka dibuatlah alat pembayaran yang dijamin oleh emas, yaitu logam mulia yang kadar emasnya tidak seluruhnya murni.

Waktu kembali berjalan, beberapa tahun berlalu, orang-orang dari kaum miskin kembali menyebarkan isu bahwa emas dan logam mulia lainnya tidaklah cukup untuk seluruh umat manusia, dunia pun dibuat panik.

Pada saat yang sama, orang cerdas dari kaum miskin membuat suatu alat pembayaran baru, dia membuat alat pembayaran yang terbuat dari kertas pohon, yaitu uang kertas, setelah diberikan angka-angka pada kertas tersebut, maka orang cerdas dari kaum miskin itu dapat memberikan harga pada seluruh barang dan jasa yang ada di dunia, dengan dukungan seluruh kaum miskin, maka mulai saat itulah seluruh kaum miskin menggunakan uang kertas sebagai alat pembayaran, selanjutnya yang dipikirkan orang cerdas itu adalah bagaimana meyakinkan orang-orang dari kaum kaya?.

Setelah dunia dibuat panik oleh isu yang mengatakan jumlah emas  tidak dapat mencukupi kebutuhan seluruh umat manusia, isu bahwa jumlah emas semakin sedikit, dan adanya alat pembayaran baru uang kertas, yang mana jika emas ditukar dengan uang kertas maka akan mendapat banyak uang kertas dengan nominal yang sangat besar, kaum kaya pun terperdaya, ribuan orang-orang yang memiliki emas berbondong-bondong menukarkan emasnya menjadi uang kertas kepada kaum miskin, dunia pun dibuat terbalik walau masih berjalan, kaum miskin memiliki seluruh emas dari kaum kaya, dan kaum kaya memiliki uang kertas dari kaum miskin, bahkan banyak kaum kaya yang meminjam kertas kepada kaum miskin sebagai alat pembayaran barang dan jasa didalam kehidupan mereka.

Penyesalan selalu datang diakhir, saat kondisi ekonomi sedang kacau karena terlalu banyak uang kertas di masyarakat  dibanding barang-barang yang ada, maka melambunglah harga barang seperti roti menjadi tidak terhitung, kini pun untuk membeli setangkup roti dibutuhkan satu gerobak uang kertas, hilanglah kepercayaan seluruh umat manusia kepada uang kertas yang tidak ada nilainya, dan menyesal lah kaum kaya yang kini menjadi budak hutang dari sebuah ilusi.

Epilog
Di setiap kisah pasti selalu ada tokoh pahlawan, maka untuk mengakhiri kisah ini mari kita baca cerita tentang kepahlawanan kaum miskin.
Ketika dunia sedang kacau, ketika harga-harga barang dan makanan pokok sangat tinggi, ketika terjadi banyak kematian karena kelaparan, ketika para penjual tidak mau menjual barangnya ditukar dengan kertas, ketika terjadi perang demi setangkup roti terjadi dimana-mana, lalu muncul lah pahlawan kita si mantan kaum miskin pemilik emas, dengan emas yang dimilikinya mereka membuat sebuah alat pembayaran baru, mata uang baru yang dijamin oleh emas yang mereka miliki, benar-benar dijamin oleh seluruh emas yang mereka miliki, kemudia para kaum miskin mendirikan sebuah lembaga yang mengatur seluruh uang di dunia agar menggunakan mata uang yang mereka buat, dengan berderma kasih, para mantan kaum miskin pemilik emas ini meminjamkan mata uang yang mereka buat kepada seluruh dunia yang membutuhkan, karena tidak adalagi alat pembayaran  yang dipercaya saat itu selain mata uang si mantan kaum miskin ini, maka sejak saat itulah mereka mengendalikan dunia.



CERITA INI TIDAK AKAN PERNAH TAMAT
Fatan Z.A / Sastra Ekonomi Unsoed 2013

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *